Kamis, 24 Mei 2012

Kembali Menjomblo 1

Hai ceman-ceman para citizen dunia maya yang makin galau malam ini. Eaaa.. Apa kabar lo semua? Semoga sehat :) Malam ini gua mau curhat sedikit masih tentang kehidupan ABG yang labil di tengah-tengah perjalanannya mencari jati diri. Beberapa waktu lalu gua dikagetkan dengan sesosok wanita cantik yang turun bukan dari langit tapi dari tangga. Waduh di mata gua sungguh emeyyyjiiing. Cantik pastinya dan sepertinya baik (sepertinya). Ditemani temen gua cesa, sempet mengintai kembali profesi yang gua lakukan yaitu menjadi mata-mata cinta. Kami pun sering modus yang niatnya pengen deket-deket doang.. :P tapi sepertinya dia tidak ada hati untuk gua. Memang gua tidak pernah mencoba untuk pendekatan tapi udah gua kirim sinyal sepertinya yang kayak gitu bukan jodoh namanyan walaupun gua tak pernah berhenti berharap (ngarep mulu ampe modar). Nah suatu ketika gua mengintai dia yang pertama melalui twitter. Dan gua sudah menyadari kalo dia punya laki-laki idaman lain dan bukan gua 100%. Tapi gua mencoba untuk terus mencari harapan. Frekuensi pertemuan gua dan dia, gua tingkatkan. Kayak kalo jam istirahat, gua udah hapal dia mau kemana dan gua pun selalu di sana on time supaya ketemu. Paling engga mata kita ketemu. Tapi perbahasa "dari mata turun ke hati" itu gak berlaku buat gua. Begitu bertatapan, dia langsung cau dan ambil langkah untuk pergi. Terkadang gua cium ketek gua apakah ada bau-bau yang menyengat. Cesa yang cuek juga paling sekedar cie-ciein dan terkadang dia mau bantuin tapi guanya yang tak pede. Sungguh gua yang cemen atau dia yang sombong?? Kemudian gua tak lantas menyerah, kembali gua berusaha mengirimkan sinyal dan gua yakin dia udah terima sinyal itu namun sepertinya tak dihiraukan contohnya sinyal kayak nge-add pin bb, bahkan udah gua chat!! Tapi gak di bales -__-. Akhirnya gua pun menyerah, apalagi setelah mengetahui siapa laki-laki pujaannya. Gua sadar, buru-buru buka mata, khilaf, dan taubat agar tak bermimpi tinggi-tinggi. Gua bukan tipenya. Gua hanya bagaikan kabar burung. Belom nyampe udah terbang duluan. Gua sempat sedih namun malah Cesa yang menertawakan gua, "wakakakak sabar jip, lo sih gak mau pedekateee!!". Ya gimana mau pedekate. Ngucap 'hai' doang susah nih mulut berasa di lakban. Kan bibir gua lumayan tebel tuh malah kalo gemeteran kan gaenak diliat -_-. Nah kalopun bisa ngomong 'hai' doang tiaaaaaap hari kan serem. Berasa di teror tiap ketemu ngmongnya 'hai' doang wkwkwk. Namun kesedihan gua adalah kebahagiaan orang lain, jadi gua gak masalah selama masih ada yang bahagia di sekitar gua. Semua kejadian pasti ada hikmahnya yang diantaranya buat gua berarti suatu keikhlasan untun 'nerimo' keadaan. Gua gak bisa memaksakan kehendak gua. 

Namun jangan pernah berhenti mencinta.....
Karena hidup tanpa cinta, akan terasa hampa.....

 
 
Salam Hangat…
-AjipSangAnakTunggalSelaluCintaKamuuu  


Tidak ada komentar:

Posting Komentar